Berjalannya Institusi di Tangga Demokrasi

Catatan sejarah..
Sebuah tapak perjalanan demokrasi akan menyisakan banyak rangkaian cerita sejarah. Satu demi satu anak tangga menuju sebuah demokrasi dilalui dengan gaya kepemimpinan dan model kendaran politik yang berbeda. Namun di tengah-tengah peralihan anak tangga, regenerasi menjadi sebuah keniscayaan. Oleh karena itu, persiapan untuk menginvestasi moment tersebut harus terpenuhi. Beberapa point yang perlu diperhatikan yaitu penguatan kesadaran kader, pembaharuan niat dan semangat berjuang, serta pencerdasan kader pada spesialisasi bidang kerjanya. Pada akhirnya sebuah transisi kepemimpinan mempunyai warna tersendiri untuk kemudian dapat memberikan yang terbaik bagi catatan perubahan.
Demokrasi–sebuah sistem yang hingga kini dirasa paling ideal untuk mengatur segala macam tatanan sebuah institusi (organisasi/kelembagaan). Atmosfer politik yang terbangun dalam sistem demokrasi memungkinkan berkembangnya gejolak dan perbedaan pemahaman karena belum kuatnya fungsi control. “Suara kebenaran ditangan rakyat”, merupakan hal yang mendasari demokrasi namun perlu disadari bahwasanya rakyat perlu memiliki nuansa spiritual, analisis, dan rasional yang tinggi untuk mendasari semua itu.
Seiring dengan berjalannya sebuah institusi dengan model idiologi dan sistemnya ketidakstabilan karakter dan afiliasi institusi akan tercipta dan berimbas pada pengelolaan komponen institusi dan lingkungan sekitarnya. Akibat dari ketidakstabilan karakter dan afiliasi institusi akan menimbulkan lemahnya tingkat pemahaman fungsi kelembagaan pada kader-kadernya. Kemudian diikuti oleh partisipasi, kontribusi, dan loyalitas yang semakin menurun. Dengan melihat hal tersebut diperlukan rekonstruksi ulang pada manusia, sistem dan institusi. Rekonstruksi ini melalui tiga tahap sederhana yaitu memperbaharui afiliasi institusi, meningkatkan pemahaman kader, serta partisipasi kader dalam institusi dan masyarakat.
Selain masalah diatas banyak lagi hal terjadi. Kita akan menyoroti masalah tersebut dalam regenerasi kepemimpinan institusi. Krisis kepemimpinan dalam institusi menjadi suatu hal perlu disoroti mendalam karena akan sangat berkaitan dengan perkembangan institusi kedepan. Hal ini dikarenakan lemahnya proses pengkaderan dalam wilayah pemahaman karakter institusi, lingkungan dan pribadinya sendiri. Solusinya dengan meletakkan generasi pemikir srategis sebagai kader penggerak sehingga dapat muncul sosok pemimpin yang ideal nantinya. Generasi pemikir strategis ini dituntut untuk jeli dalam menentukan entry point yang tepat dalam melakukan penetrasi terhadap situtasi yang terjadi. Selain itu dibutuhkan pula imunitas yang tinggi dari kader baik itu berkaitan dengan idiologi pribadi dan institusi maupun kesiapan mental.

Membangun institusi yang kuat..
“Konsep, metode, dan sistematika perjuangan yang jelas lagi mantap, gagasan dan pemikiran yang brilian serta inovasi yang berkesinambungan dan kepemimpinan yang kuat serta organisasi yang kuat”
Penggalan kalimat diatas dikutip dari sebuah buku “Menikmati Demokrasi” memberikan sebuah inspirasi dalam menapaki perjuangan sebuah institusi dengan nuansa lingkungan demokrasi yang sangat kental. Untuk memperbaiki dan mengelola sebuah laju pertumbuhan institusi diperlukan keseimbangan internal didukung dengan lingkungan yang strategis. setelah itu grand strategy dan wacana politik yang sesuai dengan perkembangan kondisi kemudian mencari posisi dan fungsi kader berdasarkan bakat dan potensinya.
Kepemimpinan dalam institusi berperan penting sebagai lokomotif perjalanan. Bertumpu pada tiga tipikal kepemimpinan yaitu berintegritas, pengetahuan yang luas dan memiliki gaya kepemimpinan yang terarah pada visinya sangat sesuai dengan institusi yang sedang berkembang. Pembelajar cepat juga salah satu syaratnya agar kapasitas pemimpin mampu mengikuti perkembangan informasi. Salah satu hal yang penting dalam membangun institusi yaitu transformasi politik untuk memperluas hubungan secara horisontal maupun vertikal serta mendongkrak popularitas di mata publik dengan berorientasi pada kualitas dan kerja ikhlas untuk beramal serta berprestasi bukan karena jabatan semata.
Sebuah misi besar haruslah diemban oleh seorang manusia yang besar; sebuah beban amanat yang berat haruslah dipikul oleh seorang yang kuat; sebuah pedang yang tajam hanyalah akan berguna jika ia berada dalam genggaman tangan seorang pahlawan pemberani; sebuah peradaban hanya dapat dibangun di atas altar sejarah manusia-manusia peradaban (red.Menikmati Demokrasi: Anis Matta)
Demikian beberapa kalimat yang ditulis untuk mengantarkan kita pada institusi yang kuat dalam lingkungan yang demokratis. semoga kalimat-kalimat diatas tertancap dalam pribadi-pribadi yang bersemangat untuk membawa pembaharuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s