MENYAMBUT INTELEKTUAL MUDA DAN PETANI MUDA

Assalamua’laikum warahmatullahi wabarakatuh

“Aku ingin agar mahasiswa-mahasiswa ini menyadari bahwa mereka adalah “the happy selected few” yang dapat kuliah dan karena itu mereka harus juga menyadari dan melibatkan diri dalam perjuangan bangsanya.”
(Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran)

Selamat datang para pejuang dan pewaris negeri. Pejuang yang mewarisi keilmuan berisikan pemuda-pemuda yang beridealisme dan berdedikasi tinggi. Hadir di kampus ini dengan status mahasiswa secara tidak langsung kita ikut tergabung dalam barisan pergerakan mahasiswa. Sumbangsih pemikiran dan kerja-kerja nyata akan senantiasa mengiringi kita dalam proses pembelajaran di kampus kita tercinta ini.
Prestasi keilmiahan, gagasan atau ide terhadap kemajuan kelembagaan kampus, mengkritisi kebijakan yang itu tidak memihak pada mahasiswa dan masyarakat kecil menengah ke bawah yang selalu menjadi sasaran, itulah sebagian kecil hak-hak yang selalu kita perjuangkan. Jangan pernah kita merasa takut akan beban yang kita pikul bersama ini. Duduk di bangku kuliah dan belajar dengan baik sehingga kita mampu berprestasi di sana merupakan sebuah kewajiban kita namun terdapat hak-hak kita dan kawan-kawan kita yang harus tetap kita perjuangkan.
Kaum intelektual yang senantiasa melekat pada diri kita sebagai mahasiswa dan hal itu juga kita menjadi segolongan orang yang di harapkan membawa perubahan masyarakat dan negeri ini. Namun mampukah kita untuk dapat mengemban tugas mulia tersebut. Wahai kaum intelektual, kalian adalah pemuda pilihan bangsa. Wahai kaum intelektual, kita punya idealisme namun di dasari pada pergerakan keimanan. Wahai kaum intelektual, tancapkanlah dalam diri kalian sebuah idealisme perbaikan yang tidak pernah tergoyahkan oleh siapa pun dan di mana pun. Wahai kaum intelektual yang berisikan pemuda-pemuda, tetaplah bersemangat dalam perjuangan. Satu gerakan kita untuk bangsa ini demi tercapainya masyarakat madani yang merupakan cita-cita bersama negeri ini. Wahai pemuda maka bergeraklah dan segera berdiri di garis depan untuk menyambut panggilan sejarah.
“Mereka adalah anak-anak muda yang telah beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (QS. Al-Kahfi:13)
Itulah firman Allah SWT yang menjadi landasan pemuda dalam pembentukan karakternya. Semangat dan keilmuan dari dalam diri mahasiswalah yang kemudian dapat membawa dirinya menjadi pemuda yang tidak pernah gentar akan perubahan zaman. Semangat dan keilmuan itulah yang menjadikan mahasiswa butuh akan ruang-ruang beraktualisasi. Wadah-wadah untuk menampung itu akan terbentuk dengan sendirinya seiring dengan berjalanya waktu dan masa.
Berdiri di tengah-tengah salah satu bidang keilmuan kita yaitu pertanian tidak akan menyurutkan semangat kita untuk berjuang dan menorehkan prestasi di masa kita saat ini. Satu tujuan kita bersama untuk memajukan negeri ini yaitu sektor pertanian menjadi sektor unggulan dan selalu berjaya di setiap masanya. Pertanian jaya adalah suatu keniscayaan, Pertanian jaya adalah suatu cita-cita kita bersama, Pertanian jaya adalah suatu pergerakan utama dan pemikiran bersama. Namun, suatu tujuan mulia tersebut tidak akan terwujud tanpa adanya suatu komitmen yang dilandasi pemahaman, tanggung jawab, amal nyata, serta kepercayaan.

Mahasiswa adalah kaum pemikir, Punya pikiran dan akal..
Mahasiswa adalah pemuda, Punya tekad dan semangat..
Mahasiswa adalah pemuda yang mampu memilih dan punya pilihan…

Hidup Mahasiswa!!!
Jayalah Rakyat dan Bangsaku!!!
Janji Kami Mengabdi Untuk Rakyat!!!

Wassalamua’laikum warahmatullahi wabarakatuh…
Dwi Musthika–seorang petani…
(Presiden BEM KEMA FAPERTA UNSOED 2010/2011)

One thought on “MENYAMBUT INTELEKTUAL MUDA DAN PETANI MUDA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s